Pasca Tenggelamnya  Mutiara Timur, Disnav Benoa Jamin Alur Pelayaran Aman Dilintasi

61

BENOA, BERKASNEWS-Terbakarnya kapal Roll On-Roll Off (RORO) KM Mutiara Timur l di perairan Utara Karangasem, Bali pada posisi 08°23’0062″S – 115° 48’105″E yang kemudian larat menuju alur ALKI II Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Lombok sejauh sekitar 13 NM yang dilakukan pengandasan di Padang Bay yang akhirnya tenggelam. Hal itu dibenarkan Distrik Navigasi Benoa, dan menjamin bahwa alur pelayaran tersebut aman bagi lalu lintas kapal.

Kepala Distrik Navigasi Kelas II Benoa, Azhar Karim mengatakan, bahwa tenggelamnya kapal KM Mutiara Timur I milik pelayaran PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sudah dibuat analisa terkait keamanan dan keselamatan pelayaran. “Jika memang tenggelamnya pada koordinat  8° 30′ 16.00″ S/ 115° 47′ 20.24″ E dengan kedalaman mencapai 900 s/d 1080 meter, maka dapat dipastikan alur TSS Selat Lombok tetap aman untuk dilintasi, karena kapal-kapal tidak ada sarat draftnya sampai mencapai ratusan meter” ungkap Azhar jumat (18/11)

Kendati begitu, kata Azhar, disekitar bangkai kapal Mutiara Timur I yang tenggelam telah dibuatkan penanda, ketika kapal memasuki zona tersebut akan terdengar alarm SOS dan juga secara otomatis mengirimkan AIS Messeges : VESSEL ENTERING WRECK ZONE KEEP SHARP LOOK OUT.

“Penyampaian itu melalui sistem VTS yang langsung diterima kapal bukan penandaan secara fisik di perairan tempat tenggelamnya kapal KM. Mutiara Timur I,” ujarnya

Amanya alur TSS tersebut dipertegas dengan telah melintasnya kapal Berge Makalu dengan draft 10.77 mtr di titik tenggelamnya KM Mutiara Timur I pada pukul 18.53 Qso seperti yang dilaporkan VTS (Vessel Traffic System) Benoa

“Telah melintas diarea musibah tenggelamnya Mutiara Timur I dengan aman Berge Makalu,” tandas Azhar

Sebelumnya, kapal KM Mutiara Timur I milik Pelayaran PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang di Nakhodai Capt. William Dickson Kaliwuge dengan ABK 35 orang berlayar dari  pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi,  menuju pelabuhan Gili Mas, Lembar, NTB pada hari Rabu, 16 Nopember  2022 sekitar pukul 15.00 Wita telah terjadi kebakaran pada koordinat 08°20’298″S – 115° 41’641″E.

Posisi terkini KM Mutiara Timur l yang terbakar larat memasuki alur pelayaean TSS Selat Lombok dalam pengawalan kapal patroli KNP. Chundamani P.116 milik pangkalan PLP Tanjung Perak

Sekedar info, kapal Mutiara Timur I tercatat dalam data pengawasan muatan kapal tiba/berangkat yang dibuat oleh perusahaan pelayaran PT ALP tercatat dengan muatan:

Penumpang laki-laki 213 orang, dan perempuan 2 orang,Supir dan kernet 212,Penumpang dewasa 3 orang, Kendaraan Gol. II sebanyak 4 unit, Kendaraan Gol. III sebanyak 7 unit, Kendaraan Gol. V sebanyak 14 unit,  Kendaraan Gol. VI sebanyak 68 unit,
dan Kendaraan Gol. VII sebanyak 22 unit. (han)

Facebook Comments