Pengelolaan Gedung Arsip Tidak Standar, Inilah Akhirnya

0
129

SURABAYA, BERKASNEWS.COM – Kebakaran yang menimpah Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya kamis dini hari, seperti yang sudah diberitakan media ini episode pertama,  telah menghanguskan aset gedung beserta arsip di dalamnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya, Capt. Sudiono, dalam keteranganya dengan pers menganggap peristiwa tersebut adalah hal kecil dan tidak mengganggu proses pelayanan. Ia menyebut, pelayanan jasa kepelabuhanan maupun pelayaran tetap bisa berjalan lancar dan tidak terpengaruh dengan kebakaran arsip.

“Tetap dilaksanakan (pelayanan, red), dan berjalan seperti biasanya,” ujar Sudiono, saat ditemui awak media dikantornya, kamis (12/11/2020)

Sudiono menganggap arsip-arsip yang hangus terbakar beserta gedungnya tersebut merupakan dokumen lama dan tergolong sudah usang.

“Yang terbakar adalah arsip-arsip kedaluwarsa atau arsip-arsip 3-4 tahun lalu,” lanjutnya

Namun pantauan media ini dilapangan kondisi gedung yang difungsikan sebagai arsip itu jauh dari representatif terhadap pentingnya penyimpanan arsip tersebut, apalagi penempatan arsip yang hanya ditumpuk bak sampah tanpa ada penetralisir suhu, harusnya menjadi perhatian dalam pengelolaan tempat penyimpanan maupun penempatan kearsipan sesuai standar keamanannya. Meski demikian, ia tetap meyakini, kejadian yang diduga karena korsleting/hubungan arus pendek listrik tersebut tidak menimbulkan kerugian.

“Hanya gedung yang rusak dan arsip-arsip saja,” sambungnya.

Sebelumnya, bangunan penyimpanan salinan berkas data/dokumen penting pengurusan kapal milik KSU Tanjung Perak Surabaya habis dilalap si jago merah. Gedung arsip yang hampir tak tersentuh perawatan secara fisik maupun teknis tersebut ludes terbakar sekitar pukul 01.15 Wib, Kamis (12/11/2020) dini hari.(han)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.