SURABAYA,BERKASNEWS – Giat coffee morning yang digagas Dewan pimpinan daerah asosiasi logistik dan forwader Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jatim di hotel Arcadia Rabu (20/5) menjadi hidup dan antusias saat sesi komunikasi interaktif dimulai. sebab kesempatan itu dijadikan coustamer PT Terminal petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meruahkan keluh- kesahnya tentang pelayanan yang low respon terutama di TTL yang hampir penanya pada even pagi itu mengalamatkan unek-uneknya perihal lambatnya tanggapan dari perusahaan yang berkantor di Tambak Osowilangon tersebut.
Kegiatan ini di awali dengan presentasi yang disampaikan Direktur utama PT TPS Wahyu Widodo dan Direktur utama PT TTL David Pandapotan Sirait kemudian dilanjut komunikasi interaktif dengan coustamer.
Lambatnya tanggapan coustamer di TTL seperti invoice, gagal cetak IR pada hari Jumat, bahkan dana terpotong, tidak update informasi di WEB terkait open atau close kegiatan dan lain-lain ini yang membuat resah bahkan jengkel sebab dengan pelayanan tidak prima atau jauh panggang dari api ini sangat berpotensi para pengusaha ini kena demurrage. ” kalau pelayanan seperti ini terus siapa yang bayar dendanya” ujar salah satu coustamer.
Bahkan hingga para coustamer yang hadir pada coffee morning tersebut meminta agar anak perusahaan Pelindo petikemas tersebut memberikan nomer hotline dengan harapan keluh- kesah ini cepat ditanggapai dan tidak keluar ke medsos, ” apapun keluh-kesahnya kalau direspon dengan cepat dan dibahas secara intern maka akan cepat kelar, tidak seperti dimedsos puanjang sekali” ujar pembawa acara kegiatan itu Husni.
Sementara itu ketua DPW ALFI/ILFA Jatim Sebastian Wibisono mengungkapkan bahwa dari hasil komunikasi interaktif ini akan kita tindak lanjuti, ” ya kita follow-up tidak hanya sampai diacara dicoffee morning ini saja” tandasnya.





