JAKARTA, BERKASNEWS– Persiapan menghadapi angkutan Natal dan tahun baru (nataru) 2026/2027 Kantor Kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Sunda kelapa senin 02 /11 menggelar rapat dan peningkatan pelayanan Publik.
Rapat tersebut dipimpin langsung kepala KSOP Hotman Siagian berikut Kepala Seksi Lala dan Usaha Kepelabuhanan Amin Nurjannah, S.Si., M.Sc., Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Muhammad Nuryadin,S.Sos.,MA serta para Ketua Asosiasi, Operator kapal penumpag, stakeholder terkait dan pengguna jasa di wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa wilayah kerja Pantai Mutiara dan Pelabuhan Muara Baru di Ruang Rapat Fatahillah.
Rapat koordinasi tersebut selain diselenggarakan dalam rangka pembahasan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Juga fokus utama pertemuan ini berpusat pada analisis potensi risiko serta perumusan langkah-langkah mitigasi guna menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan pelayaran di wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa.
teridentifikasi beberapa potensi risiko operasional, antara lain keterlambatan jadwal keberangkatan kapal akibat cuaca buruk, ancaman banjir rob di area pelabuhan dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Marina Batavia, serta penanganan potensi musibah atau kecelakaan laut bagi kapal yang melintas maupun berangkat dari kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Kepala Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian , menekankan setiap kapal yang berlayar wajib mentaati aturan dan Standard Operasional Prosedur (SOP). Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan, apabila ada kapal yang tidak memenuhi persyaratan, maka jangan pernah berikan ijin berlayar. pentingnya kata Hotman,Integritas, kolaborasi dan kepatuhan terhadap regulasi demi mewujudkan peningkatan pelayanan publik yang optimal.
“Dalam melaksanakan tugas, saya mengimbau seluruh personel dan instansi terkait agar selalu berpedoman pada aturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, mengedepankan sinergi, bersikap humanis, serta senantiasa mengutamakan kehati-hatian. Mari kita bersama-sama mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat,” tegas Hotman.
Dalam pembahasan mitigasi risiko, rapat juga mendata kesiapan armada kapal penumpang yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa yaitu 23 kapal.
LanjutHotman ,agar melaksanakan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Nomor IR-DJPL 6 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 tanggal 2 November 2026. Sesuai dengan hal tersebut, maka pelaksanaan ramcheck akan dilaksanakan pada bulan Nopember 2026 terhadap kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa serta mendorong agar kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa wajib melaksanakan ticket online guna mewujudkan pelayanan prima.
Pada kesempatan yang sama Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa juga memberikan sosialisasi dan edukasi kembali mengenai tata cara penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) serta penerapan Manajemen Keselamatan Kapal bagi kapal-kapal bertonase kotor di bawah GT 35 (GT <35).
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Muhammad Nuryadin, menyampaikan bahwa dalam persiapan angkutan laut Nataru akan dilaksanakan kegiatan uji kelaiklautan kapal secara rutin dan berkelanjutan oleh KSOP Kelas III Sunda Kelapa guna memastikan kelaiklautan seluruh armada. Pihak KSOP Sunda Kelapa akan melaksanakan pemeriksaan mencakup evaluasi menyeluruh terhadap alat-alat keselamatan kapal, seperti Life Saving Appliances (alat penolong), Fire Fighting Appliances (pemadam kebakaran), Emergency Equipment (peralatan darurat), dan Navigational Equipment (navigasi). ” kepada operator kapal untuk selalu mengecek kondisi kapal dan mengutamakan keselamatan dalam melaksanakan angkutan laut Nataru” ujar Nuryadin.
Sementara itu Kepala Seksi Lala dan Usaha Kepelabuhanan Amin Nurjannah, menyampaikan langkah antisipasi dan mitigasi potensi risiko dalam mempersiapkan angkutan laut Nataru tahun 2026/2027 berupa optimalisasi fasilitas dengan memanfaatkan area halaman atau teras terminal penumpang sebagai ruang tunggu alternatif utama, penanganan banjir rob dengan menyediakan dan menyiagakan pompa penyedot air di titik-titik rawan genangan, Menerbitkan Notice to Mariners (Ntm) secara berkala untuk kapal-” kapal yang berlayar di sekitar lokasi, dan mengimbau kapal-kapal terdekat agar siap memberikan pertolongan darurat serta menyiapkan Posko Darurat Kecelakaan Laut (Laka Laut) dan membentuk Crisis Centre sebagai pusat kendali informasi dan penanganan cepat” katanya
Menambahkan Ahmad Fahmi GM PT. Pelabuhan Indonesia Regional 2 sub teh Sunda kelapa menyatakan bahwa akan mendukung perecepatan pelayanan publik, perbaikan sarana dan prasarana yang memadai, fasilitas pelabuhan saat ini sedang dilaksanakan perawatan dan perbaikan, ” misalnya sisi darat adalah normalisasi saluran untuk mengantisipasi genangan air di pelabuhan dan di depan gudang, perbaikan gudang 3 – gudang 9 dan perbaikan tanggul” ungkap Fahmi.
Bersamaan dengan hal tersebut, Ketua DPC INSA Budiman, menilai rapat persiapan angkutan laut Nataru Tahun 2026/2027 dan peningkatan pelayanan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelaku usaha pelayaran dalam mengutamakan keselamatan kapal dan juga peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengapresiasi adanya rapat persiapan angkutan laut Nataru tahun 2026/2027 sebagai bentuk penguatan koordinasi untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru.“Persiapan angkutan laut Nataru perlu dilakukan secara optimal melalui koordinasi yang baik, kesiapan armada, serta pemenuhan persayaratan keselamatan kapal. Kami mendukung dan berharap dengan adanya rapat yang diselenggarakan KSOP Kelas III Sunda Kelapa ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Budiman.
Ketua DPC ISAA Iyus Rustamaji, menegaskan dukungannya terhadap langkah KSOP Kelas III Sunda Kelapa dalam mempersiapkan angkutan laut Nataru tahun 2026/2027 dan peningkatan pelayanan di wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa. Ia menilai koordinasi antara agen kapal, operator, dan otoritas pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ngkutan laut Nataru tahun 2026/2027. “Kami mendukung adanya rapat persiapan ini guna menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Kami berharap angkutan laut Nataru Tahun 2026/2027 dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan keselamatan,” tegas Iyus





