Pemerintah Baru, DPW ALFI Jatim Harap Iklim Bisnis Yang Nyaman

38
Ketua DPW ALFI Jatim Sebastian Wibisono saat bincang-bincang ringan dengan berkasnews

SURABAYA, BERKASNEWS– Di era perdagangan modern, efisiensi logistik menjadi kunci  ekonomi suatu negara, Semakin efisien distribusi barang maka biaya logistik akan semakin murah. Untuk itu Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) memiliki harapan yang besar terhadap pemerintahan baru mendatang  (2024-2029-red).

” kita berharap pemimpin yang menggantikan Pak Joko Widodo nanti meneruskan visi dan misi yang nantinya bisa menjadikan kebaikan bagi masyarakat dan para pelaku usaha khususnya pengusaha logistik Jawa timur,” tutur ketua DPW ALFI / ILFA Jatim Sebastian Wibisono, Selasa (20/2/2024).

Kedepan kata Wibi (panggilan akrabnya-red) pemerintah yang akan datang mempunyai keinginan melanjutkan komitmen untuk melanjutkan Indonesia kedepan menjadi Indonesia emas di tahun 2045,

” Kami berharap iklim bisnis di Indonesia semakin baik dan nyaman, tentu menjadikan Indonesia akan lebih baik dan maju” ujar Wibi.

Selain itu kata Wibi, pelaksanaan Pemilu terbesar di dunia dengan serempak dengan berjalan  lancar, aman dan kondusif sebagai barometer pembangunan Indonesia harus dengan kolaborasi bersama, tidak bisa dengan sendiri-sendiri, ” Alhamdulillah Pemilu serentak sudah selesai dengan aman,lancar dan kondusif semoga pemimpin kedepan bisa melanjutkan program- program pembangunan yang sudah berjalan ini,” pungkasnya.

Ketua umum DPP ALFI Akbar Djohan saat diwawancarai awak media

Senadah ketua Ketua Umum ALFI/ILFA  Akbar Djohan, menyampaikan bahwa ALFI berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih nantinya untuk bisa membawah eko sistem logistik Indonesia yang lebih baik.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor logistik di Indonesia adalah biaya logistik yang masih tinggi, “oleh karenanya Terobosan sektor logistik menjadi satu hal yang dinanti para pelaku usaha” kata Akbar Senin 19/2 seperti dikutip media online jakarta

Penyebab tingginya biaya logistik nasional kata Akbar diantaranya belum terciptanya konektivitas antara pelabuhan yang memberikan kepastian layanan. Selain itu kata pria yang juga sebagai Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia, perlu standardisasi digitalisasi layanan pelabuhan-pelabuhan utama dan Faktor terakhir adalah yang menyebabkan biaya logistik mahal yaitu belum terdistribusinya industri-industri di wilayah Indonesia Timur.

“sehingga jika itu terjadi, akan ada keseimbangan trafik kargo baik dari Indonesia barat ke timur, ataupun sebaliknya. Dengan begitu, biaya logistik bisa turun, Ini menjadi hal utama yang harus diperbaiki oleh presiden terpilih,” tandasnya

Kendatipun demikian Sebagai upaya memastikan keberlangsungan usaha, ALFI di momen pesta demokrasi  14 Februari kemarin jmengapresiasi kinerja para pemangku kepentingan mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI/Polri, hingga masyarakat yang sudah menyelenggarakan Pemilu 2024 dengan kondusif dan lancar.

“Kami atas nama masyarakat pelaku industri logistik nasional, dari Sabang sampai Merauke, mengapresiasi penyelenggaraan pemilu yang adil, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi di Indonesia,” imbuhnya

Selain itu, ALFI juga mengucapkan selamat kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang unggul versi hitung cepat (quick count) dan saat ini masih unggul dalam penghitungan real count KPU.

“Kami berupaya maksimal untuk mengimplementasikan visi besar logistik dan rantai pasok Indonesia tersebut. Dan kami siap berkolaborasi dengan kepemimpinan di bawah Prabowo-Gibran jika nantinya hasil real count KPU menyatakan paslon tersebut menjadi pemenangnya,” ucap nya.

Facebook Comments