SURABAYA, BERKASNEWS.COM– PT Pelayaŕan Nasional Indonesia (PELNI) Persero turut aktif menciptakan keselamatan Pelayaran Tradisional maupun Pelayaran Rakyat, yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ke turutsertaan Perusahaan Pelayaran berplat merah untuk mewujudkan zero accident ini dibuktikan dengan pemberian bantuan 250biji alat pelindung Diri (APD) berupa life jacket kepada para palaut perahu tradisional.
” pemberian 250 life jacket terhadap pelayaran Tradisional maupun Pelayaran Rakyat di Pelabuhan Tanjung perak ini merupakan bentuk kepedulian kami pada sesama,” kata Direktur SDM dan Umum PT Pelni, Ganefi saat penyerahan bantuan Life Jacket secara simbolis di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kamis, (19/12/2918)
Menurutnya, yang melatar belakangi untuk ikut menjaga keselamatan di laut terutama pelayaran tradisional atau pelayaran rakyat karena mereka merupakan mitra kerjanya. Disamping itu juga pihaknya ingin turut aktif untuk mendukung peningkatan keselamatan pelayaran di Negeri ini.
“sebetulnya program tahunan ini dilakukan oleh Pelni bukan hanya di Pelabuhan Tanjung Perak saja tapi juga dilakukan di pelabuhan yang lain.sehingga pada tahun ini kami sudah membantu life jacket sebanyak 2.500 an untuk masyarakat diseluruh Indonesia,” ujarnya
Bantuan life jacket itu sendiri, kata Ganefi, merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak saja diberikan di Surabaya tapi sebelumnya juga sudah dilakukan pelayaran tradisional di Menado dan Makassar.
” Mudah-mudah yang sedikit diberikan Pelni ini bisa berbuah bagi masyarakat pelayaran maupun Pelni sendiri”harapnya
Tapi yang harus diperhatikan para pelaku pelayaran tradisional agar selalu mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang tata cara melaut yang benar sehingga dengan demikian upaya peningkatan keselamatan pelayaran dapat terwujud.
Ditambahkan Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Ir. Dwi Budi Sutrisno, M.SC, dengan bantuan alat keselamatan diri yang dilakukan PT Pelni ini bisa menggugah pihak yang lain untuk ikut melakukan hal yang sama. Sehingga upaya peningkatkan keselamatan pelayaran khususnya di perairan Tanjung Perak tercapai. Sebab keselamatan di sisi laut itu sendiri adalah tanggung jawab kita bersama. baik operator kapal, fasiltator, stakeholder, maupun regulator dan kepolisian serta seluruh pihak yang ada disekitar pelabuhan.
“Itu semua saling keterkaitan untuk menciptakan keselamatan. saya harapkan kedepan kita bisa meminimalkan tingkat kecelakaan jadi Zero Accident,” tandasnya
Untuk penggunaan alat keselamatan diri ini pihak Regulator akan terus melakukan pengawasan.
“Bila mereka kedapatan tidak mengunakan maka kami akan melakukan teguran hingga sanksi pertimbangkan ijin operasinya,” tegasnya
Dengan harapan semua pelaku pelayaran mematuhinya dan bagaimana penggunaan alat-alat keselamatan dengan benar.
“Mudah-mudahan semua pihak dapat mendukung upaya yang kita lakukan ini demi masyarakat pelayaran Tanjung Perak, sehingga sadar dan patuh akan arti sebuah keselamatan di laut,” urainya. (han)