Capaian Kinerja Terminal Teluk Lamong Dimasa Pandemi

287

SURABAYA, BERKASNEWS.COM – Kinerja   PT Terminal Teluk Lamong (TTL) selama 2020 secara umum mengalami peningkatan. Hal itu tercermin dari angka trafik kapal yang sandar, angkutan peti kemas, dam curah kering mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Meski Demikian TTL tetap optimis bisa menggenjot kinerjanya pada tahun yang masih dimasa pandemi ini.

“Kinerja PT Terminal Teluk Lamong dapat dinilai sangat luar biasa dengan mampu bertahan dan membukukan laba diatas target perusahaan meski ditengah pandemi Covid-19.” kata Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong  Faruq Hidayat, senin (18/1/2021)

Pihaknya mengambil beberapa kebijakan untuk mendongkrak bisnis kepelabuhanan ditengah kondisi pandemi Covid-19.

“Pada sisi harga dan pembayaran, kami memberikan perpanjangan waktu pembayaran tagihan pelayanan jasa kapal dan menunda proses penyesuaian harga bongkar curah kering”, lanjut Faruq

Kebijakan terkait perpanjangan waktu penumpukan petikemas import kata Faruq, juga diberlakukan. Pada petikemas empty waktu penumpukan didalam pelabuhan diperpanjang dari 3 hari menjadi 7 hari sedangkan untuk petikemas bermuatan waktu diperpanjang dari 3 hari menjadi 5 hari.  “Melalui kinerja positif pada tahun 2020, kami berharap TTL dapat terus meningkatkan kinerja ditahun-tahun selanjutnya. Strategi pemasaran, leadership, operasi prima dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan, menjadi  kunci utama pencapaian Terminal Teluk Lamong. TTL memastikan akan terus menjaga layanan operasional selama 24 jam dalam 7 hari (24/7) sebagai wujud komitmen kami untuk menjaga kelancaran logistik Indonesia,” urai Pria Madura ini

Ditambahkan Direktur Operasi dan Teknik TTL, Warsilan,  berdasarkan catatan trafik kapal, baik kapal petikemas maupun curah kering mengalami peningkatan.  Di antaranya untuk trafik kapal hingga Desember 2020 tercatat sebanyak 1.178 unit  dengan total berat 17.222.455 Gross Ton (GT).

“Jumlah tersebut naik 7 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 sebanyak 1.105 unit dengan total berat 16.786.524 GT,” kata Warsilan.

Trafik kapal peti kemas juga mengalami kenaikan sebesar 7 % dari 1.029 unit (13.540.737 GT) menjadi 1.101 unit (13.941.759 GT) pada tahun 2020. Jumlah tersebut didominasi oleh kapal domestik yang meningkat 19 % dibanding tahun lalu. Tahun 2019 kedatangan kapal domestik mencapai  753 unit (6.020.436 GT) naik menjadi 840 unit (7.176.668 GT) pada 2020.
Kenaikan serupa juga tercatat di trafik kapal curah kering sebesar 1 % dibanding tahun 2019. Pada tahun 2019 tercatat ada 76 unit (3.245.787 GT)  naik menjadi 77 unit kapal (3.280.696) GT di tahun 2020.

kenaikan jumlah kapal yang sandar menunjukkan stabilitas perekonomian nasional. Sebab, arus kapal di Terminal Teluk Lamong didominasi oleh kapal domestik. Infrastruktur dan teknologi merupakan salah satu komponen penting dalam memajukan industri maritim, namun untuk jumlah muatan kata Warsilan,terjadi penurunan pada muatan kapal petikemas dan curah kering pada tahun 2020. “Arus petikemas tahun 2020 turun 5% menjadi 678.208 TEUs dari tahun sebelumnya” akunya

Penurunan terjadi akibat jumlah petikemas internasional yang turun 13% menjadi 296.896 TEUs dari 372.936 TEUs pada tahun 2019.
Jumlah muatan petikemas domestik tahun 2020 tercatat naik 2 % menjadi 381.312 TEUs dibandingkan dengan 2019 yang hanya 372.936 TEUs.
Senada dengan jumlah muatan petikemas, arus curah kering hingga Desember 2020 turun 3 % menjadi 2.787.182 Ton dibandingkan dengan tahun 2019.

bahwa pandemi mempengaruhi proses produksi barang di beberapa kota dan negara. Sehingga proses pergerakan barang di pelabuhan juga mengalami perubahan pola yang berdampak pada kinerja pelabuhan.
Pada arus barang internasional terjadi penurunan yang cukup tinggi karena mayoritas kapal dan barang yang masuk ke Terminal Teluk Lamong berasal dari Asia Timur salah satunya Cina. Sebagai negara dengan penyebaran pandemi pertama di dunia, pasokan barang dari dan ke negara tersebut sempat terhenti sehingga mempengaruhi jumlah barang yang masuk dan keluar dari Indonesia.

Strategi meningkatkan produktivitas, Terminal Teluk Lamong akan selalu beradaptasi dan berinovasi .
Disisi lain bagi seluruh pegawai diharapkan untuk tetap produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat dalam bekerja. Terminal Teluk Lamong akan berupaya terus meningkatkan kinerjanya.(han/red)

 

 

 

 

Facebook Comments