SURABAYA,BERKASNEWS-Dipenghujung bulan Juli ini Dewan pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Surabaya akan menggelar rapat anggota cabang (RAC), Agenda tertinggi ini selain membahas suksesi INSA kedepan juga pemelihaan ketua DPC.
Sebelumnya RAC pada tahun 2021 saat momen Covid 19 dimana dilarang ketemu secara fisik maka penentuan ketua dilakukan dengan persetujuan anggota dengan mekanisme Mou dengan semua anggota.
” Waktu itu saya gak mau kalau hanya pengurus yang menetapkan itu, maka saya minta Mou dengan semua anggota apakah setujuh Stenven diteruskan? Karena hampir semua anggota setejuh dan tandatangan, ya hampir 135 anggota yang setuju dan tandatangan, maka saya lanjut sampai sekarang ( 2026) dan saya tidak menghalangi orang lain untuk menjadi ketua DPC tapi itu valid” tandas ketua INSA Surabaya Stenven Henry Lesawengan saat bincang-bincang ringan dengan media ini. Rabu 29/7.
Namun hingga kini bakal calon yang ikut kontestasi yang sudah daftar dipanitia per 17 juli kemarin ada Incamben (Stenven H Lesawengan) sementara lainnya masih belum terdeksi. Sebab untuk menjadi ketua Baik DPC maupun DPP sangat terscreening karena sudah diatur di AD/ART, contoh syarat untuk mencalonkan diri sebagai ketua harus menjabat pengurus inti (ketua,wakil, sekretaris, wakilsek, bendahara) yang menjabat saat ini, tidak merangkap jabatan di organisasi kepelabuhanan maupun maritim lainya kecuali ada laporanan, ” belum lagi syarat lain meski tidak ada di AD/ART yaitu harus menjabat komisaris atau Direksi dimana dia bekerja dan perusahaanya harus diendorse” tukas ketua Incamben saat ini.
Adapun anggota yang mempunyai hak pilih adalah anggota yang aktif (sebagai anggota- red) dan terdaftar baik di DPC maupun DPP,dengan persyaratan itu DPC INSA Surabaya yang menaungi 168 anggota tapi nanti yang ikut dan punya hak pilih sikatar 40-50 anggota sebab tidak aktif atau tidak terdaftar di DPP, ” untuk soal ini saya secara pribadi sebetulnya kurang pas karena ukuranya mereka sebagai anggota Insa kan dia sudah ber SIUPAL, terlepas pelayaranya aktif maupun non aktif kan itu masalah teknis saja, bagi saya mereka itu anggota pelayaran yang harus dinaungi oleh payung Insa kecuali tidak diakui negara atau tidak diendorse tadi, beda zaman dulu SIUPAL bisa seumur hidup meski tidak punya kapal, karena ada juga pelayaran yang aktif perusahaanya tapi tidak aktif di organisasi,” tambah Stenven kandidat ketua INSA periode 2026-2031.
Itu semua kata Stenven agar Insa kedepan lebih strong dan indepensi yang lebih ,” jadi dengan aturan-aturan tadi agar Insa kedepan lebih strong dan,independen” pungkasnya





