SURABAYA,BERKASNEWS-Anggota DPR RI Ir. Bambang Haryo Soekartono (BHS) dari fraksi Gerindra yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Sarana Publikasi melakukam sidak ke Pelabuhan Tanjung Perak jelang kesiapan angkutan lebaran (Angleb) Rabu (4/3/2026).
Kedatangan Legislator daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo tersebut melihat langsung kesiapan terminal penumpang GSN yang merupakan sarana serta fasilitas yang di kelola PT. Pelindo Regional 3 Sub regional Jawa, Kunjungan tersebut disambut lintas lembaga yaitu, KSOP Utama Tanjung Perak, PT Pelindo Regional 3, Kepolisian, Basarnas dan Jasa Raharja. Dengan tujuan menyamakan persepsi serta memperkuat kesiap siagaan dalam menghadapi angkutan lebaran yang kompleks dan beresiko tinggi agar dapat berjalan lancar.
BHS mengatakan, bahwa kesiap siagaan dalam angleb nanti yang pertama dari kepelabuhanan sendiri, ” kesiapan pelabuhan sudah siap dimana pelabuhan sudah sesuai dengan daya tampung kapal, serta jumlah kapal yang sesuai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kendaraan dan logistk nanti, hal ini sudah bagus ada over suplai kira-kira 40 persen dari kapasitas pelabuhan terhadap kapalnya maupun penumpang, kendaraan dan logistik terhadap kapalnya, sehingga pada hari H nanti tidak over load” katanya.
lanjut BHS, Bahwa faktor yang juga harus diperhatikan adalah diluar keselamatan dan keamanan kapal dan pelabuhan adalah Penyelamat yaitu komponen keselamatan yang pertama adalah Coast Guard (KPLP)) adalah lembaga keamanan maritim yang bertugas melakukan patroli keamanan, penegakan hukum, ” setelah itu ada KAMLA dan SARNAS dari sisi keamanan dan safety nya” ungkap BHS
sesuai UU no 66 yang baru kata BHS, yang ditekankan bahwa Coas Guard itu hanya dibawah KPLP. ” Makanya saya tanya apa yang sudah disiapkan KPLP terhadap semua di jalur laut strategis Segitiga emas yaitu Sulawesi kalimantan dan Jawa termasuk trayek yang paling sibuk”, terang Bambang.
Bambang mengusulkan agar kapal SAR maupun kapal KPLP agar ditempatkan di alki II kalau wilayah timur yaitu di Masalembu, karena segitiga antara Sulawesi Kalimantan dan Jawa, jadi jika ada emergency cepat menanganinya
“Jadi ini untuk nengantisipasi musim fix saja karena keselamatan penting maupun pertolongan pertama jadi harus stanbay kesiapan -10 hari H sampai 10 +H dan harus siap sesuai hari yang di tentukan oleh Menteri Perhubungan.”, pesannya.
Menambahkan, Arizal Kabid P2 mewakili kepala KSOP utama Tanjung Perak Agustinus maun menyampaikan, mengenai operasi angkutan lebaran kami perkirakan penumpang meningkat di tanggal 14 maret 2026. Untuk periode posko di mulai tanggal 13 sampai tanggal 30 naret 2026.
“Dari pusat kami tetap kordinasi setelah itu kami juga tetap berkordinasi bersama stokholder. Selanjutnya persiapan yang sudah ada menempatkan barang pemudik penumpang angleb di Tegminal GSN Tanjung Perak. Sedangkan untuk kapasitas di GSN dapat menampung penumpang kurang lebih 4000 orang, parkir 100 mobil dan 101 motor serta kemudian di Surabaya Vem ruang tunggu 700 orang,” ujar Arizal.
menurutnya, untuk armada pelayanan Penumpang Beroperasi yaitu 11 Kapal Penumpang , 27 Kapal Ro-Ro dan 1 Kapal Perintis. ” Ada PT. DLU, PT PELNI dan Mutiara Perindo, PT. Timur dan DLN dengan total 39 Kapal” ujarnya
Sementara itu , Regional Division Head Operasi Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia, Johanes Wahyu Hertanto mengungkapkan, Kesiapan terminal atas standard yang kita terapkan dan sudah sejak saat libur nataru, dan sudah di optimalkan dan semaksimal terutama sterilisasi kemudian sceming baik fasilitas dalam terminal.
“Penambahan fasilitas butuh standarisasi yang sudah ada, lalu ditingkatkan memberi kenyamanan dengan Tagline kita melayani dengan sepenuh hati. Mengenai fasilitas kesehatan maupun pengobatan kami juga kordinasi bersama tim RS PHC ” tandasnya.





