Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Eduard Rudi, dan Perintahkan Sidang Dilanjutkan

0
34
Sidang putusan sela atas perkara penggelapan dan penipuan oleh terdakwa Eduard Rudi

SURABAYA , BERKASNEWS.COM– Sidang dugaan penipuan dan penggelapan atas terdakwa Ir Eduard Rudi kembali digelar di ruang sidang Sari II Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu 3/10/2018 hari ini. Pada sidang kali ini agendanya putusan sela, Majlis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki SH,MH memutuskan menolak  eksepsi dari penasehat hukum terdakwa.Taufan Hidayat.

Tak hanya itu, sidang yang berjalan kurang lebih 10 menit ini,Ketua Majlis  Maxi Sigarlaxi saat membacakan putusan sela terkait eksepsi dari penasehat hukum terdakwa Eduard Rudi memerintahkan JPU agar melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama Eduard Rudi, persidangan dengan mendatangkan saksi pelapor pada persidangan mendatang.

“Eksepsi terdakwa tidak dapat diterima dan memerintahkan JPU untuk melanjutkan perkara persidangan pada hari Rabu Tanggal 10 dengan menghadirkan saksi pelapor” kata hakim Maxi Sigarlaxi saat membacakan putusan sela diruang Sari II PN Surabaya. Rabu ,3/10/2018

Adapum Dalil-dalil eksepsi yang ditolak majlis hakim terkait pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nur Rochman, yaitu Pasal  372 dan pasal 378 KUHPidana Tentang Penipuan dan Penggelapan Lelang rumah dikawasan Pakuwon, Surabaya senilai Rp. 3.900.000.000 (Tiga miliar sembilan ratus juta rupiah).

Seperti sudah diberitakan media pada minggu lalu, bahwa kasus ini bermula pada saat saksi Pelapor Dian Sanjaya menyerahkan duit sebesar Rp. 3.900.000.000 (Tiga miliar sembilan ratus juta rupiah) yang digunakan untuk mengikuti lelang rumah di kawasan Pakuwon, Surabaya.

Sampai batas waktu yang ditentukan dalam perjanjian kerjasama ternyata rumah tidak terbeli. Setelah uang tersebut ditanyakan saksi korban Dian Sanjaya jawabnya berbelit-belit seakan enggan mengembalikan uang milik saksi korban dengan mengambil langkah melaporkan perkara ini ke Mapolda Jatim dan kini masuk ke persidangan PN Surabaya.

Mengetahui hal tersebut, terdakwa beserta saksi korban Dian Sanjaya sempat dilakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut, terdakwa Eduard Rudi mengembalikan duit yang diserahkan kepada saksi korban sebesar Rp. 3.590.000.000 (Tiga miliar lima ratus sembilan puluh juta rupiah) dari nominal Rp. 3.900.000.000 (Tiga miliar sembilan ratus juta rupiah).

Dari nominal tersebut, terdakwa Eduard Rudi memiliki kekurangan pengembalian kepada saksi korban sebesar Rp. 310. 000.000 (Tiga ratus juta rupiah). Akibat kekurangan tersebut berujung sampai perkara ini bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya.(han)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.